Buku Pedoman Pengelolaan Pembelajaran PAUD

Buku Pedoman Pengelolaan Pembelajaran PAUD

Buku Pedoman Pengelolaan Pembelajaran PAUD - Pedoman Implementasi Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan acuan pelaksanaan kurikulum PAUD 2013 sesuai dengan teori, filosofi , dan landasan pengembangan kurikulum tersebut yang disertai dengan contoh-contoh penerapannya.
Buku Pedoman Pengelolaan Pembelajaran PAUD
Buku Pedoman Pengelolaan Pembelajaran PAUD
Pedoman disusun secara sederhana, menarik, ramah, dan aplikatif agar dapat dipahami dan dilaksanakan oleh seluruh tenaga pendidik dan kependidikan PAUD yang kondisi dan potensinya beragam, serta dapat dijadikan rujukan sesuai dengan kajian-kajian yang melandasinya.

Pedoman implementasi Kurikulum 2013 PAUD ini merupakan contoh yang memungkinkan penyesuaian lebih lanjut degan kondisi, potensi, dan budaya setempat. Hal penting dalam Kurikulum 2013 PAUD adalah keterbukaan dalam menerima perubahan, baik perubahan dalam cara berpikir, kebiasaan, sikap, maupun cara kerja. Perubahan tersebut akan berimbas pada perubahan sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik. Buku ini sangat terbuka untuk perbaikan dan penyempurnaan di masa mendatang. Untuk itu, kami mengundang para pembaca memberikan saran dan masukan untuk perbaikan dan penyempurnaan.

Saya mengucapkan terima kasih kepada penyusun, penelaah, penyunting, dan semua pihak yang telah bekerja keras menyelesaikan pedoman implementasi Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini ini. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua dan dapat memberikan yang terbaik bagi kemajuan pendidikan anak usia dini.

Kurikulum PAUD menggunakan pembelajaran tematik dengan pendekatan pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan dalam pemberian rangsangan pendidikan. Kurikulum ini akan memberikan program pengembangan bagi anak dalam mengembangkan semua potensi anak agar menjadi anak yang kompeten.

Guru perlu memperhatikan karakteristik cara anak usia dini belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran PAUD. Anak usia dini belajar secara bertahap dengan cara berpikir yang khas. Ia mampu belajar dengan berbagai cara, dan ia belajar dari proses sosialisasi dengan lingkungannya. Pada prinsipnya anak belajar melalui bermain. Hal ini sesuai dengan perkembangan anak, yang menjadikan bermain sebagai kebutuhan anak. Bermain membuat anak menjadi pembelajar aktif, dan memungkinkan anak menjadi makin kreatif. Selain itu, dalam kegiatan bermain yang didukung lingkungan yang kondusif, anak sesungguhnya juga belajar mengembangkan nilai-nilai karakter.

Dengan memanfaatkan media dan sumber belajar yang mudah ditemukan anak, serta dukungan dari fasilitator, maka anak dapat berlajar secara optimal. Dukungan yang dapat diberikan guru berupa:
  1. Guru memberi mereka kesempatan untuk mencoba/mengeksplorasi dan menggunakan berbagai obyek/bahan dengan cara yang beragam.
  2. Guru memberi dukungan dengan pertanyaan (dan atau bimbingan) yang tepat.
  3. Guru menghargai setiap usaha dan hasil karya anak dengan tidak membandingkan dengan anak lainnya.

Pendekatan pembelajaran yang menyenangkan adalah proses pembelajaran yang dirancang agar anak secara aktif dapat mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar, dan mengkomunikasikan, baik terkait diri sendiri, lingkungan, atau kejadian. Penerapan pendekatan pembelajaran yang baik akan menumbuhkan kemampuan berpikir anak. Salah satu pendekatan pembelajaran tersebut adalah pendekatan saintifik.

Pendekatan saintifi k adalah salah satu pendekatan dalam membangun cara berpikir agar anak memiliki kemampuan menalar yang diperoleh melalui proses mengamati sampai pada mengkomunikasikan hasil pikirnya.

Hal ini didasarkan pada pemikiran Piaget yang mengatakan bahwa “Anak belajar dengan cara membangun pengetahuannya sendiri melalui pengalaman yang diperolehnya”. Vygotsky berpendapat bahwa “Lingkungan, termasuk anak lain atau orang dewasa dan media sangat membantu anak dalam belajar untuk memperkaya pengalaman anak. Untuk itu, kurikulum 2013 PAUD mengusung cara belajar anak agar memiliki kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan.

Penanaman sikap dibangun melalui pembiasaan (habituasi) dan keteladanan (modeling). Pengembangan pengetahuan dan keterampilan dapat dilakukan melalui pendekatan saintifi k (untuk penanaman sikap akan dipandu dengan pedoman tersendiri).

Pendekatan saintifi k digunakan pada saat anak terlibat dalam kegiatan main (termasuk saat kegiatan pembelajaran sains), maupun kegiatan lainnya, misalnya main peran, main balok, main keaksaraan, atau melakukan kegiatan seni.

Agar pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan setiap kemampuan yang hendak dicapai, maka diperlukan pedoman pembelajaran sesuai dengan karakteristik anak yang mengacu pada kurikulum 2013 PAUD yang dapat menjadi acuan bagi guru di lapangan.
  • Mendukung anak-anak dalam proses mencari tahu tentang sesuatu dengan caranya sendiri atau dengan bimbingan guru.
  • Mendukung anak untuk melakukan penemuan mereka sendiri.
  • Menumbuhkan minat, mengembangkan gagasan, kesempatan mengekspresikan kebebasan, imajinasi, dan kreativitas anak, serta menguatkan perasaan anak terhadap sesuatu.
  • Hasil berpikir dapat dikomunikasikan pada orang lain.


Review Buku Pedoman Pengelolaan Pembelajaran PAUD


Mengapa Perlu Pendekatan Saintifik? (Baca lengkap setelah didownload file ini)

Anak usia dini dapat belajar melalui apapun. Melalui pemahaman terhadap cara anak usia dini belajar, maka guru dapat memilih pendekatan yang paling sesuai dengan cara belajar anak. Untuk mendapatkan penjelasan mengapa perlu pendekatan saintifik, maka guru perlu mengenali tentang anak usia dini, karakteristik cara belajar anak dan prinsip pembelajaran pada PAUD.

Download materi lainny:

Demikian ulasan singkat materi Buku Pedoman Pengelolaan Pembelajaran PAUD semoga bermanfaat.

Post a Comment for "Buku Pedoman Pengelolaan Pembelajaran PAUD"